Arsip Tag: ilmu

Perjalanan

Tuntutan perkembangan tidak lepas dari sumbang asih para pemikir yang telah memberikan kontribusi yang bersifat tersembunyi. Kang Bejjo merupakan salah satu dari banyak orang yang yang terus mencoba memberikan sumbangasih  pemikiran yang dimilikinya :: menurutnya :: walau belum terlihat.

Dari kecil ternyata Kang Bejjo mempunyai cita-cita sebagai pemikir, ketika beranjak dewasa dia selalu melirik pada tempat-tempat yang mempunyai depan institut dan sesuatu yang berbau dengan science, dan akhirnya Kang Bejjo berhasil masuk pada perguruan tinggi pada jurusan yang sesuai dengan hobinya waktu kecil (berbau ke-Alam2-an).

Selama 4 tahun Kang Bejjo mencoba untuk menjadi yang terbaik tapi dia pun tetap susah, karena hawa “mbelingnya” yang tersisa di pikirannya, dan akhirnya Ia pun berhasil menyelesaikan studinya. Sebelum bekerja di tempatnya sekarang usut punya usut Kang Bejjo ternyata juga pernah mengabdi penjadi pesuruh pemikir dalam suatu kegiatan di salah  salah satu wadah pemikiran. Dan sesuai dengan namanya akhirnya Kang Bejjo juga kejatuhan bejo diterima di dua  tempat kerja yang sama-sama mempunyai wadah pemikir, tapi Kang Bejjo harus meninggalkan tempat kerjanyan dahulu dan menjalani di tempat kerja yang baru, :: baru dikenal maksude,

Waktu demi waktu telah terlewati, Kang Bejjo merasa tidak ada kemajuan pada dirinya tentang ilmu dan keahlian, hanya keluhan dalam hati yang Kang Bejjo selalu rasakan, sebenarnya ia sangat senang apabila dia bisa memberikan sesuatu yang berguna bagi kalayak umum yang berasal dari keringatnya. Akan tetapi sekarang Kang Bejjo hanya suatu kumpulan kecil yang hanya tau sebagian yang sangat kecil dari apa yang menjadi bidang keahliannya.

Sedikit demi sedikit Kang Bejjo mulai melangkah, mencari ide-ide lama yang tersimpan untuk dieksposkan, dan selalu begitu. Sampai sekarangpun Kang Bejjo belum bisa menggali ide kreatifnya karena terbentur pada ruang dan waktu. Jiwa optimis yang selalu melekat dalam dirinya selalu mengajak berangan-angan untuk maju dua langkah untuk mengejar empat langkah di depannya, dan mencoba untuk bangkit dari tidurnya, serta memupus rasa yang dianggapnya salah. Hanya usaha, bejo, karakter, dan waktu yang akan mampu membawa Kang Bejjo melangkah lebih jauh […]