Sangkan Paran

Gunungan

Ada dua orang anak yang bernama Ping dan Hui. Ping dan Hui itu bersekolah di sekolah yang sama. Suatu hari seusai pulang sekolah, Hui bertanya kepada Ping.

Hui: Ping, mengapa kamu belajar sangat tekun?

Ping: Kamu dulu yang menjawab pertanyaan itu.

Hui: Ibu saya berkata, jika saya belajar dengan tekun, saya akan menjadi pejabat yang berkuasa dan kaya. Dia berkata bahwa saya akan bepergian dengan sedan dan banyak orang yang datang ke rumah membawa hadiah.

Ping: Saya dengar orang-orang berbicara dengan penuh hormat tentang orang-orang bijak pada zaman dahulu.. Saya sangat tersentuh dengan keagungan sifat mereka. Saya ingin seperti mereka.

Hui: Jadi, kamu ingin menjadi orang bijak? Betapa konyolnya!

Ping: Apanya yang konyol dengan cita-cita itu? Jadilah seperti bebek yang ingin menjadi angsa!Guru kita mengajarkan, hanya dengan bercita-cita tinggi kita akan berprestasi baik.

Hui: Sepertinya kamu benar. Kita belajar agar menjadi lebih baik dan akhirnya menjadi orang yang bijak. Jika seseorang berpikir hanya meniti karier untuk mendapatkan kedudukan sosial yang tinggi dan menjadi kaya, maka ia akan menjadi orang yang jahat dan membahayakan ketentraman masyarakat.


Dikutip dari: The Chinese Code of Success,
'Prinsip Keseimbangan Hidup',
dalam http://www.mail-archive.com/forumprima@yahoogroups.com/msg01288.html

Cara Menjadi Orang Bijak

1. Tidak Emosional, hal itu berarti orang yang temperamental, mudah marah, meledak-ledak, gampang tersinggung, sulit menjadi bijaksana dan hanya dapat menjadi bijak dengan pertolongan Allah dan kegigihan usaha untuk berubah, jadi orang yang bijak adalah orang yang terampil mengendalikan diri. Berhati-hatilah jika kita termasuk orang yang mudah marah maka jika bertindak biasanya cenderung tergesa-gesa. Orang-orang yang emosional tersinggung sedikit akan sibuk membela diri dan membalas menyerang, ini tidak bijaksana karena yang dicari adalah kemenangan pribadi bukan kebenaran itu sendiri.

2.  Tidak egois, orang yang egois jelas tidak akan dapat menjadi bijak, karena bijak itu pada dasarnya ingin kemaslahatan bersama, orang yang egois biasanya hanya menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri. Rasulullah selalu hidup dalam pengorbanan, begitu pula Indonesia dapat merdeka oleh orang-orang yang berjuang penuh pengorbanan. Orang yang bijak adalah orang yang mau berkorban untuk orang lain bukan mengorbankan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri.

3.   Suka cinta dan rindu pada nasihat, akan sangat bodoh jika kita masuk hutan tanpa bertanya kepada orang yang tahu mengenai hutan. Jika kita di beri nasihat seharusnya kita berterima kasih. Jika kita tersinggung karena di sebut bodoh maka seharusnya kita tersinggung jika disebut pintar karena itu tidak benar. Jika kita alergi terhadap kritik, saran, nasehat atau koreksi maka kita tidak akan bisa menjadi orang yang bijak. Jika seorang pemimpin alergi terhadap saran atau nasehat, bahkan memusuhi orang yang mengkritik, maka dia tidak akan pernah bisa memimpin dengan baik.

4.   Memiliki kasih sayang terhadap sesama, Rasa sayang yang ada diharapkan tetap berpijak pada rambu-rambu yang ada seperti ketegasan. Diriwayatkan bahwa orang yang dinasehati oleh Rasulullah secara bijak berbalik menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Orang-orang yang bijak akan sayang terhadap sesama. Berbeda dengan orang-orang yang hidup penuh dengan kebencian, dimana kepuasan bathinnya adalah menghancurkan orang lain. Pemimpin sebaiknya memiliki kasih sayang yang berlimpah tidak hanya pada waktu kampanye saja. Kasih sayangnya juga tidak hanya untuk satu pihak atau kelompok melainkan merata untuk semua golongan.

5.  Selalu berupaya membangun, Orang yang bijak tidak hanyut oleh masa lalu yang membuat lumpuh tetapi selalu menatap ke depan untuk memperbaiki segalanya. Orang yang bijak akan membangkitkan semangat orang yang lemah, menerangi sesuatu yang gelap. Jika melihat orang yang berdosa, maka ia akan bersemangat untuk mengajak orang tersebut untuk bertaubat. Orang yang bijak ingin membuat orang maju dan sangat tidak menyukai kehancuran dan kelumpuhan kecuali bagi kebathilan. Semangat orang yang bijak adalah semangat untuk maju tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi orang lain disekitarnya.

(diambil dalam http://edyputra.wordpress.com/2008/03/02/cara-menjadi-orang-bijak/)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s