Arsip Bulanan: Desember 2009

Berharap Intusi Motivasi

:: Merangkul Semangat Meraih Mimpi ::

Bebarapa waktu yang lalu Kang Bejjo sempat mendengarkan dari beberapa pembicara yang nota bene mempunyai pengalaman hidup se-abrek di kampungnya. Hal-hal yang Kang Bejjo anggap penting Kang Bejjo tulis dalam wall ini guna mengingatkan Kang Bejjo akan harapan, cita-cita serta semangat dalam melewati kehidupan dengan senang dan tentram.

Seseorang yang ingin berhasil maka tidak lepas dari harapan, mimpi, angan-angan ; mau meningkatkan pengetahuan ; mau bekerja keras ; serta tidak putus asa. Otak menyimpan kemampuan potensial dan juga dari ALLAH S.W.T tentunya. Dalam membina kemampuan diri maka perlu menanamkan optimisme dan berharap untuk dapat berhasil. Potensi memiliki lingkup potensi fisik (menjaga, mendukung keberhasilan)-terdapat diagram triangular antara potensi fisik : gaya hidup : dan pikiran, potensi mental intelektual (IQ), potensi sosial emosional (EQ)-memahami perasaan orang lain, potensi mental spiritual (SQ), dan potensi adversity qutient (AQ). Faktor yang mempengaruhi keberhasilan antara lain ; jujur, termasuk jujur pada dirinya sendiri ; disiplin ; pintra bergaul ; pasangan hidup yang mendukung ; bekerja lebih keras ; mencintai karier ; kualitas kepimpinan yang baik ; kepribadian yang sangat kompetitik ; mengatur hidup yang sangat baik ; mampu menjual ide ; IQ ; menempuh pendidikan yang kredibel ; lulus dengan baik.

Secara kualitas 2 x 8 lebih baik dari pada 8 x 2, sedikit-banyak lebih baik dari pada banyak-sedikit. Ruang lingkup citra diri apabila digambarkan menyerupai sebuah bulatan yang saling menutup dengan lingkaran terkecil berupa konsep-kepribadian-nilai-sikap-gaya-perilaku. Jangan memperhitungkan untung rugi, uang memang berharga tapi bukan untuk segalanya, kepribadian dapat diperbaikin dengan memperkaya diri dengan ibadah. Sikap kerjasama dengan prinsip menghindari debat kusir ; menghormati pendapat orang lain ; mengakui kesalahan dengan simpatik ; memberikan respon yang baik ; mengajukan pertanyaan dengan kalimat yang baik ; melihat masalah dari berbagai sudut ; bersimpati pada orang lain ; memberikan tantangan untuk maju. Sehingga hubungan baik dengan orang lain dapat dibina, asalkan menghindari kebiasaan sok (salahkan, omeli, kritik yang menjatuhkan) ; memberikan apresiasi yang tulus ; membangkitkan rasa ingin berhasil dalam diri orang lain ; memberikan perhatian yang sungguh-sungguh ; menjadi pendengar yang aktif ; membicarakan sesuatu yang diminati bersama. Ini hanya sekelumit cerita untuk mengingatkan kita tentang harapan dan cita-cita.

***